Kepala Dinas Pendidikan Cabang Langsa, Untuk menguji kelayakan Kepada Oknum PNS Yang Melakukan KekerasanTerhadap Siswa, Untuk Tes URIN

Kepala Dinas Pendidikan Cabang Langsa, Untuk menguji kelayakan Kepada Oknum PNS Yang Melakukan KekerasanTerhadap Siswa, Untuk Tes URIN

Redaksi
Februari 17, 2025

CYBERKRIMINAL.COM, LANGSA / PROVINSI ACEH - Dunia pendidikan Kota Langsa kembali diuji setelah adanya terjadi  kekerasan terhadap dua siswa SMK yang masih di bawah umur yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Cabang Dinas (Cabdin) Wilayah Langsa. Insiden ini terjadi pada Kamis, 13 Februari 2025, dan melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial NA. Aksi ini memicu keprihatinan publik, terutama karena terjadi di lembaga yang seharusnya menjadi contoh dalam pembinaan karakter peserta didik.  

Menurut laporan, dua siswa korban mengalami pelecehan verbal berupa bentakan dan tamparan sekaligus, kata-kata merendahkan, dan kritik destruktif dari oknum NA selama pelaksanaan PKL. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Langsa.

 Senin 17/02/2025 Sabri, S.STP, MSP, menyatakan penyesalan mendalam atas kejadian ini. “Kami memohon maaf kepada orang tua siswa dan masyarakat. Kami tidak akan mentolerir tindakan perundungan, kekerasan, atau intoleransi di lingkungan pendidikan,” tegasnya.  

Sabri juga menambahkan bahwa pihak keluarga telah melaporkan kepada tim investigasi baik dari pihak PPA Polres Langsa, dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Langsa untuk memastikan keadilan bagi korban. Kami pastikan Langkah hukum terhadap oknum pelaku akan di proses.

Untuk sekarang kita terus berkonsentrasi dengan DP3A kota Langsa dalam pemulihan traumatik korban, dan untuk  tersangka sudah kita serahkan kepada pihak yg berwajib untuk mendapat hukuman sesuai dengan perbuatan nya.
 
Kekerasan verbal, meski sering dianggap “ringan”, memiliki dampak psikologis yang serius, terutama pada anak di bawah umur. Efek kekerasan verbal akan mempengaruhi respons psikologis seperti rasa ketakutan, sedih, cemas, hingga berpengaruh kepada prestasi belajar. Beberapa dampak jangka panjang yang perlu diwaspadai antara lain.

1. Gangguan Kesehatan Mental: Korban rentan mengalami depresi, gangguan kecemasan, dan penurunan kepercayaan diri .  
2. Penurunan Kinerja Akademik: Trauma emosional dapat mengganggu konsentrasi dan motivasi belajar .  
3. Gangguan Hubungan Sosial: Korban mungkin kesulitan membangun kepercayaan dengan orang lain akibat rasa takut atau malu.

Minggu 16/02/2025 Ada pihak utuasan dari tersangka menemui pihak keluarga korban untuk mengajukan perdamaian, namun kami orang tua korban menolak untuk berdamai, agar kasus ini menjadi sebuah pelajaran agar tidak akan ada terulang lagi kepada anak anak yang lain, kami tetap agar proses hukum tegak dan lurus sesuai dengan ketentuan dan UU yang berlaku.


(tim)