CYBERKRIMINAL.COM, LANGSA, ACEH
Geuchik dan Perangkat Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota Setiap Bantuan yang Kami Salurkan Kepada Masyarakat Berupa Apa Saja Tidak pernah kami lakukan Tebang Pilih. "Membedakan Satu Dengan yang Lainnya" kami Bekerja Sudah Sesuwai dengan Ketentuan jika ada Masyarakat Kami yang belum Pernah Menerima Bantuan sekalipun, kami tetap saja Mengusulkan Datanya Ke Dinas Sosial Kota Langsa. Selasa (18/3 2025)
"Terkait Atas nama Ibu Heldiana Masyarakat gampong Teungoh seorang janda Bekerja di Sebuah Perusahaan BUMN di kota Langsa Sekarang ini di tinggal oleh suaminya Karna Meninggal Meninggal Dunia Selama kurang lebih selama tiga tahun yang lalu Ketika itu Kami dari perangkat Gampong Teungoh Sudah pernah Berjuang Memberikan Bantuan Rehab Rumah BSPS kepada dirinya, Namun Bantuan tersebut di tolak oleh Ibu Heldiana apa penyebab alasan nya kami juga tidak tahu.
"jika dirinya mengatakan kepada salah satu Media online bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan itu sangatlah Na'if karna apa yang disampaikan ibu Heldiana kepada salah satu media online tersebut dirinya itu Berbohong (fitnah) Tidak semestinya heldiana itu menyampaikan hal yang Bohong kepada orang lain, bahkan Semua berkas atas nama masyarakat termaksud Heldiana Sudah kami ajukan ke dinas Sosial (Dinsos) Kota Langsa kita tinggal menunggu jawaban dari Dinas tersebut"Pungkas Geuchik Syaripuddin,S.Sos.i.
"Hal Senada disampaikan Kepala Dusun Gamoong Teungoh"Mirza AL Farra ketika Media 1Kabar.com Menemui dirinya Menyampaikan. Pada saat suami ibu heldiana masih hidup bekerja di salah Satu Perusahaan BUMN kota Langsa yang sudah memiliki gaji tetap. Didalam ketentuannya siapa saja yang sudah Memiliki pendapatan yang tetap tidak berhak menerima bantuan itu memang sudah ketentuannya jadi jangan asal bicara kalau dirinya tidak pernah mendapatkan Bantuan.
"Setelah suami ibu Heldiana meninggal dunia kami dari ihak perangkat desa selalu Solid dan terus berupaya memberikan bantuan rumah BSPS. Namun bantuan tersebut Malah tolak oleh ibu heldiana. Dengan alasan apa kami juga tidak jelas. Kami dari perangkat gampong supaya ibu Heldiana jangan suka menyampaikan Hal Bohong kepada orang lain
"Dalam Hal itu kami juga sudah membuat laporan data masyarakat penerima bantuan ke dinas sosial kota Langsa namun Sampai hari ini masih dalam proses pada dinas terkait Bukan tidak kami mau perduli terhadap masyarkat kami termaksud kepada heldiana. Dan kami juga sudah berulang kali Mempertanyakan ke dinas dinsos terkait bantuan PKH dan BPNT. Masyarakat lainnya juga masih terus menunggu.
" Sambung Kadus, Setelah kami pertayakan kembali menurut dinas dinsos kota Langsa semua data yang sudah di ajukan oleh Desa kepada kami tinggal menunggu dari pusat saja karna selama ini ada sistem perubahan data dari (DTKS) data terpadu kesejahteraan spasial ke (DTSE) data tunggal sosial ekonomi. Semua data bantuan penerima manfaat ini sudah kami ajukan hanya menunggu jawaban dari dinsos kota Langsa k dan perlu ibu Heldiana ketahui kami sebagai perangkat gamoong tidak pernah membedakan masyarakat gampong Teungoh yang berhak Penerima Bantuan Safaat. "papar Kadus Mirza AL Farra."
Tim.