Penambang Timah Ilegal Hancurkan Fasilitas Umum di Bangka Tengah, Masyarakat Resah dan Pihak Desa Diduga Terlibat

Penambang Timah Ilegal Hancurkan Fasilitas Umum di Bangka Tengah, Masyarakat Resah dan Pihak Desa Diduga Terlibat

Redaksi
Maret 03, 2025

CYBERKRIMINAL.COM, BANGKA TENGAH 
– Aktivitas penambangan timah ilegal semakin meresahkan warga di Kabupaten Bangka Tengah. Kali ini, para penambang tidak segan merusak fasilitas umum, termasuk tempat pemandian yang biasa digunakan masyarakat di Air Mas, Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis. Tempat pemandian tersebut, yang seharusnya dijaga dan dilindungi, justru dihancurkan untuk mencari biji timah. 

Masyarakat setempat mengeluhkan tindakan para penambang yang tidak mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial. Mereka khawatir, kerusakan yang ditimbulkan akan memicu bencana seperti banjir, terutama saat musim hujan tiba. Pertanyaan besar pun muncul: apakah para penambang ini akan bertanggung jawab jika bencana terjadi?

Yang lebih memprihatinkan, pihak desa, termasuk Kepala Desa (Kades) Terak, diduga membiarkan aktivitas ilegal ini berlangsung. Bahkan, dalam konfirmasi via telepon, Kades Terak mengaku menerima setoran dari para penambang. "Biasa yang nunggu lokasi tu Ade orang juga fut nama e dan ku minta fee untuk mesjid 250 ribu setiap hari Sabtu," ujar Kades saat dikonfirmasi oleh awak media. Selain itu, Kades juga menyebut nama "Gun" yang diduga sebagai salah satu pengumpul timah di lokasi tersebut.

Awak media telah mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Kapolres Bangka Tengah melalui pesan WhatsApp. Namun, respons yang diberikan hanya sebatas, "Terima kasih, nanti ditindaklanjuti." Sementara itu, Kapolsek Simpang Katis juga tidak memberikan tanggapan sejak 22 Februari 2025 hingga kini, 24 Februari 2025.

Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menghentikan aktivitas penambangan ilegal ini. Mereka juga meminta transparansi dari pemerintah desa agar tidak ada lagi oknum yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. 



(Nyimas Yeni Lestari)