Polisi Fasilitasi Perdamaian, Saksi: Tak Ada Acungkan Senjata, Prajurit Raider-100/ PS TNI BKO Dibantu Warga Kejar Pencuri Sawit Ke Lapak Narkoba

Polisi Fasilitasi Perdamaian, Saksi: Tak Ada Acungkan Senjata, Prajurit Raider-100/ PS TNI BKO Dibantu Warga Kejar Pencuri Sawit Ke Lapak Narkoba

Redaksi
Maret 21, 2025

CYBERKRIMINAL.COM, BINJAI, SUMATERA UTARA – Viral isu Empat (4) prajurit Raider 100/PS TNi BKO Perkebunan USU Tambunan acungkan Senjata Api (Senpi) ke warga ternyata berita bohong, sebab fakta dilapangan ternyata hanya  dua prajurit yang diminta warga untuk mencari pelaku pencurian kelapa sawit di perkebunan USU Tambunan karena sudah sangat meresahkan.

Lantas keduanya dibantu dua  warga lain yakni satu Sekuriti dan satu orang BKO KL untuk  mencari keberadaan pelaku yang diketahui berada di salah satu rumah warga yang dicurigai kuat merupakan lapak Judi dan Narkoba.

Saat personil melakukan pengejaran bersama warga , seseorang yang berinisial EPB alias Betmen diduga merupakan salah satu pelaku pencurian sedang berada di sebuah rumah diduga lapak judi dan narkoba itu mencoba melarikan diri.

Salah satu warga saksi mata yang melihat kejadian mengatakan tak melihat adanya  senjata api yang diacungkan prajurit sebagaimana yang diisukan warga yang terprovokasi pada aksi demo. Minggu (16/3/25).

" Mereka itu cuma mencari sensasi untuk merusak nama baik Raider 100, faktanya tak ada prajurit acungkan senpi malah pelaku Betmen yang dicari kabur dan diduga menjadi provokator terhadap warga untuk mendemo Raider 100, mereka dimotori preman dan bandit narkoba" ungkap warga tak tak mau namanya diekspos. Jumat (21/3/2025).

Dijelaskannya, kejadian itu bermula dari adanya laporan terkait pencurian kelapa sawit perkebunan asset USU yang kemudian melalui hasil peninjaiuan dan penghimpunan informasi yang didapat dilapangan, salah satu pelaku berinisial Betmen.

" Berketepatan pelaku yang sempat terciduk di TKP kebun melarikan diri menuju lokasi lapak judi dan narkoba milik Batmen, dan disitulah Betmen meminta tolong jangan ditangkap sampai bersimpuh kepada petugas dan ketika akan dibawa untuk diamankan ke Polsek Slapian berhasil kabur" jelasnya.

Dikatakannya lagi, bahwa tidak ada permasalahan prajurit dengan warga sebagaimana yang disampaikan Kepala Desa Lau Tepu, Muhammad Abdi, SE  terkait adanya gesekan antara personil Rider-100 PS TNI BKO Kebun USU Tambunan dan PT Kinarlapiga dengan Desa Perkebunan Tambunan, Kecamatan Salapian.

" Yang ada ingin mengamankan pelaku pencurian, tetapi justru oknum warga yang tak bertanggung jawab memfreming isu adanya gesekan, padahal tidak demikian" imbuhnya 


Kapolsek Salapian Iptu Jhonson E. F. Simorangkir, S. TrK, SH, MH melalui Kanit Reskrim Iptu Heri Nalom Opusunggu mengatakan bahwa tidak mengetahui kejadian aksi demo warga ke Raider 100/PS terkait permasalahan pelaku pencurian buah sawit 

"Saya tidak tau persis persoalan awal mereka.Sama seperti yg dijelaskan Kapolsek, bahwa kami hadir disana karena adanya laporan kepala Desa Lautepu adanya permasalahan disana.
Sehingga personil yang piket yang dipimpin Pawas piket datang kelokasi untuk melihat permasalahan tersebut, namun dalam pertemuan tersebut masyarakat mengatakan akan melaporkan permasalahan tersebut ke pihak pengawas internal TNI / PM. Benar tidaknya masyarakat mengadu kami tidak memgetahui secara pasti.Dan sampai saat ini tidak ada laporan dari pihak perkebunan KL dan Usu ke polsek Salapian" jelas Iptu Heri Nalom Opusunggu.

Dan terkait dugaan TKP kejadian pengejaran terhadap Batmen di duga lokalisasi judi dan Narkoba, Iptu Heri mengatakan tidak ada lokasi barak judi dan transaksi narkoba.

"Maaf Pak, Kita kelokasi tidak ada lokasi barak judi dan transaksi Narkoba.Jika Betmen terlibat tindak pidana, baik yang dilaporkan maupun tertangkap tangan akan kita tindak." Tegasnya.

Pewarta  :  Reza